23 Okt 2011

Pengorbanan seorang Bunda.....

 Kasih Ibu kepada beta...tak terkira sepanjang masa...hanya memberi,tak harap kembali..bagai sang surya menyinari Dunia.....

Oklahoma -- Dihadapkan pada kenyataan bahwa hanya kemoterapi-lah yang bisa menyelamatkan hidupnya, Stacie Crimm yang baru mengandung itu memutuskan mengorbankan dirinya demi sang jabang bayi.
Wanita berusia 41 tahun yang pernah divonis dokter tak akan pernah bisa mengandung bayi, memutuskan untuk menolak perawatan kanker terminal leher yang diidapnya. Ia berharap anak yang dikandungnya bisa lahir ke dunia menggantikan dirinya.
Stacie mampu bertahan selama lima bulan sebelum akhirnya dipaksa untuk melahirkan bayi yang diberi nama Dottie Mae itu lewat operasi caesar. Ibu dengan kasih luar biasa itu mendapat kesempatan memeluk si bayi tiga hari sebelum kepergiannya.
Ray Phillips yang adalah kakak daripada Stacie mengatakan bahwa bayi itu adalah segalanya yang ia miliki di dunia ini.


Pada bulan Maret lalu Stacie mendapatkan kabar yang tak bisa dipercaya, bahwa ia sedang mengandung setelah divonis mandul. Stacie yang bahagia dengan berita kehamilannya, mengabarkan berita tersebut kepada Ray dengan campuran tawa dan air mata.
Selama hari ke hari dan minggu berikutnya, Stacie yang mulai berbelanja perlengkapan sang jabang bayi itu mulai mendapatkan kekhawatiran serius. Ia mengalami penglihatan ganda dan sakit kepala parah dimana tremor mulai menggerogoti tubuhnya.
Ia lalu menghubungi Ray dan memberitahukan kekhawatirannya. “Aku khawatir tentang bayi ini. Aku berharap bisa hidup lebih lama untuk memiliki bayi ini. Jika terjadi sesuatu padaku, ambil bayi ini”, kenang Ray. Stacie yang sudah tak bersama dengan ayah anaknya tersebut memutuskan untuk menjadi orangtua tunggal jika ia dapat bertahan.
Atas dorongan keluarganya, Stacie akhirnya bersedia berobat ke dokter. Pada bulan Juli, hasil CT Scan menyatakan bahwa ia mengidap kanker kepala dan leher.
Saat itulah Stacie mengambil keputusan. Ray mengatakan bahwa Stacie berharap dengan menolak kemoterapi, sang bayi bisa dilahirkan dengan selamat. Saat-saat mengharukan pun dimulai saat Stacie ambruk pada 16 Agustus lalu.
Dua hari kemudian, detak jantung si bayi drop dan disusul berhentinya jantung Stacie. Dokter pun langsung memutuskan bahwa Caesar adalah satu-satunya kesempatan bagi si bayi. Setelah operasi Dottie Mae berhasil lahir ke dunia dengan berat sepertiga dari berat bayi normal.
Stacie yang kemudian dirawat di ruang perawatan intensif berjuang melawan kematian. Hingga kemudian, Stacie berhasil bertahan dan memunculkan banyak harapan untuk tetap hidup.
Kanker telah menyerang otot mata Stacie dan melumpuhkan tenggorokannya, membuat perkataan Stacie sulit dimengerti. Tumor yang menyerang otaknya membuat Stacie sering koma dan tak mampu menandatangani akta kelahiran bayinya.
Stacie-Dottie-Rumah-Sakit
Mengharukan: Momen saat Stacie dipertemukan dengan sang bayi.
Juga tampak Ray dan Jennifer istrinya.
Saat Stacie dan si bayi sama-sama terlalu lemah untuk dipertemukan, Ray membawakan gambar bayi Stacie. Stacie pun mulai menangis dan berkata ingin memeluk bayinya. Ray ingin membantu Stacie namun tak berdaya. Dokter telah mengatakan bahwa itu tak mungkin baginya.
Pada 8 September, lagi-lagi Stacie berhenti bernapas. Tapi sekali lagi Stacie hidup kembali. Staf rumah sakit pun mengatakan bahwa ia sangat dekat dengan kematian.
Beruntung suster Agi Beo yang juga seorang ibu, melakukan sesuatu untuk Stacie. Ia tak tahan ingin membantu Stacie. Agi Beo pun bekerja sama untuk mengeluarkan si bayi dengan menggunakan kapsul ICU untuk memindahkan Dottie Mae kepada sang ibu.
Ray yang mengetahui usaha Agi Beo saat itu sengaja tak mengatakan pada Stacie. Ray takut Stacie terlalu berharap bisa bertemu bayinya.
Saat hari mengharukan itu tiba, Ray pun bertanya bagaimana pendapatnya jika ia melihat putrinya hari itu. Stacie yang mendengar kejutan itu langsung berusaha mencari sang bayi dengan matanya yang mulai tak berfungsi normal.
Ray-Phillips-Dottie-Mae
Bagian dari keluarga: Ray membawa Dottie Mae ke rumahnya 
setelah ayah si bayi meninggalkan adiknya.

Perawat pun datang dan membawa Dottie Mae ke dalam pelukan sang ibu. Keduanya saling bertatap mata selama beberapa menit. “Tak ada suara apapun dari mulut Stacie, suasananya benar-benar hening”, kenang Ray.
Stacie pun akhirnya meninggal tiga hari kemudian. Di hari pemakamannya, terpapar tulisan: “Dottie Mae adalah cahaya hidupnya dan prestasi terbesarnya. Ia memilih untuk memberikan kehidupan bagi sang bayi daripada menyelamatkan hidupnya sendiri”.
Dotti Mae kini diasuh oleh Ray sesuai permintaan Stacie. Jennifer mengatakan bahwa itu keajaiban. “Saya hanya ingin melakukan hal benar dan apa yang Stacie minta,” kata istri Ray itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar